Angelica Chrestella






Posted on: Thursday, June 27, 2013 @ 11:02 AM | 14 comment(s)
Sastra Inggris dan Gue Part 1

Satu tahun lalu ...


Orang : Kamu jadi masuk mana, Nje? DKV ya?
Aku : Ga. Aku ambil Sastra Inggris.
Orang : Ih... Kok gitu? Kamu nih bego... Udah dapat beasiswa di Binus sama UMN kan?
Aku : .______________. 

Guru Inggris : Kamu masuk apa?
Aku : Sastra Inggris.
Guru Inggris : Sastra Inggris itu berat, kan mempelajari Sastranya bla bla bla
Aku : Iya tau kok.

Orang : Kamu masuk apa ntar?
Aku : Sastra Inggris.
Orang : Emang ntar kerjanya apa?
Aku : .______________.


Ga terasa udah satu tahun berlalu kejadian sejenis itu terjadi. Dengan bangga gue umumkan bahwa gue adalah salah satu dari seratusan mahasiswa Sastra Inggris 2012 yang berhasil lolos menjadi bagian dari Universitas Sanata Dharma, Universitas dengan jurusan Sastra Inggris terbaik ke-2 se-Indonesia.
Kali ini gue bakal cerita tentang 'Sastra Inggris dan Gue' . . .

Latar belakang gue sebelumnya. Gue dari dulu adalah salah satu dari beberapa anak dengan nilai bahasa Inggris terendah dan selalu masuk daftar remedial (oke luar binasa bukan) Waktu SMP guru bahasa Inggris gue killer banget. Sampe dia mendapat gelar Ms.Blacky atau Ms. Killer (WOW) kebayang kan.. Dengan guru yang seperti itu makin benci gue sama bahasa Inggris. Naik ke SMA, semua sudah mulai membaik (sedikit) tapi tetap aja aku masih menjadi murid bodoh bukan karena emang bodoh tapi karena kehilangan passion sejak SMP. Gue selama SMA lebih ngenes lagi, setiap ulangan hanya mengharapkan contekan dan TARAAAA.. nilai gue selalu 80++ bangga Nje? D A F U Q. Gue ga pernah bangga, malah gue merasa sangat terhina. Gue malu banget dapat nilai bagus tapi bukan dari usaha gue sendiri. FYI aja, gue berjanji sama diri gue sendiri sesusah apapun pelajaran itu gue ga bakal nyontek atau minta jawaban sama temen. Pokoknya nilai harus murni dari gue sendiri karena dapat nilai bagus tapi hasil orang itu sangat M E N Y A K I T K A N man!
Terus gue masih inget setiap kali kelompokan gue pasti jadi anak bawang, ga bisa ngomong sama sekali. Ngenes. Intinya gue dulu belum bisa dan belum mengenal apa itu bahasa Inggris.

Sebelum gue berpikir untuk masuk sastra Inggris gue sempat tertarik sama dunia design. Dan puji Tuhan gue sempat mendapat kesempatan melalui beasiswa yang udah gue bahas setahun lalu. Sampe akhirnya gue memutuskan sesuatu.

Oke sekarang gue sudah menjadi mahasiswi sastra Inggris dan gue akan berbagi sedikit cerita ke kalian.

Kalau ada yang bilang Sastra Inggris susah dapat kerja, Hold On. Jangan langsung marah karena hal itu BENAR!!!



Kita susah dapat kerja karena kita ditakdirkan untuk jadi BOSS. Kita ditakdirkan untuk membuka lapangan bagi mereka-mereka yang berpikiran KULIAH UNTUK KERJA. Kita memang ditakdirkan untuk berdiri sendiri.
Congratulation buat kalian-kalian yang sudah memilih jurusan ini. Kalian bersama saya sedang menempuh jalan sukses. :)

Maaf, bukannya meremehkan jurusan lain atau melebihkan jurusan saya, tapi ini cuma sedikit rahasia dari kami, yang selalu ditanya 'emang mau kerja apa ntar?'
Semua jurusan itu baik, ASAL jangan pernah berpikir untuk mencari kerja. Berpikirlah diluar batas, bahwa anda adalah orang yang akan membuka lapangan kerja.

Eh cieeee lu bijak banget Nje .___________.

Hmm karena gue ga pernah bisa dan betah nge post panjang-panjang karena pasti nge-bosenin, gue bakal langsung share pengalaman gue ke kalian.
Gue sekarang baru semester 2 dan puji Tuhan saya sudah bisa menghasilkan uang sendiri walaupun tidak seberapa.
Sekarang gue dipercaya untuk menjadi guru les anak kelas 1 SMA. Gue juga dipercaya untuk ikut event International. Dan bahkan temen-temen gue yang lain dipercaya jadi LO dengan gaji diatas 500rb dalam seminggu.

Proses gue tidak panjang kok. Ini baru permulaan. Inget kan tadi cerita gue pas masa SMA? Gue masih cupu dan poor banget dengan bahasa Inggris. Gue mulai belajar kilat semejak liburan sebelum masuk perkuliahan. It means itu cuma 2 bulan aja. Dan gue pengen ngasih tau aja GPA gue diatas 3. Itu udah lumayan banget kan buat anak yang selalu masuk daftar remedial bahasa inggris selama 6 tahun.
umm.. jangan pikir bahwa ohh berarti sastra Inggris di Sanata Dharma itu mudah, coba aja sana masuk. Universitas terbaik ke-2 se Indonesia berarti bukan main-main lagi. Jangan berpikir karena gue yang bodoh ini bisa dapat GPA 3 keatas dan temen-temen yang jago bahasa Inggris bisa dapat GPA 10 (yailah lah yang paling tinggi kan 4) jangan sombong. Ini perjuangan. Ini keyakinan. Dan ini Proses.

Gue bukan mau sombong, anggap aja ini penyemangat agar kalian calon Maba Sastra Inggris tidak ragu lagi.
Gue dalam 2 bulan serius belajar bahasa Inggris SENDIRI. Tiap hari mainannya kamus ketika anak-anak lagi mainannya BB. Dan awal semester gue dapat GPA diatas 3 dan berpenghasilan dari guru les bahasa Inggris.
Dalam 2 bulan...

Ini cuma permulaan. Ini adalah awal, menuju sesuatu yang lebih baik.


Jangan putus asa. Jangan pikir dia kan udah belajar dari SD pantes dia bisa, heyyy jangan salah. Gue baru punya passion setelah gue dapat beasiswa dari jurusan lain. Gue baru dapat passions sekitar 2 bulan sebelum perkuliahan. TIDAK ADA KATA TERLAMBAT KALAU KAMU SAJA BERANI BERMIMPI :)

Semua proses memang sulit. Tergantung bagaimana cara melewatinya. Mulai sekarang berkenalanlah sama MIMPI karena MIMPI yang kalian MIMPIKAN sebenarnya adalah kenyataan yang menunggu untuk di perjuangkan :)

Udah dulu ya gue mau mandi dulu. Sekali lagi gue ga bermaksud sombong, gue cuma ga pengen kalau jurusan gue diremehkan dan bahkan gue diremehkan. Gue udah capek mengalami itu sepanjang hidup gue. Dan sekarang gue sedang berproses, sedang belajar, dan sedang ............




Back to top


Copyright © 2017. All writings are originally written by Angelica Chrestella.